
Misoprostol adalah obat sintetis turunan prostaglandin E1. Ia bekerja menstimulasi kontraksi otot polos dan menghasilkan efek pada jaringan tubuh tertentu.
Secara umum, misoprostol digunakan untuk:
Melindungi lapisan lambung dari efek samping obat anti-inflamasi non-steroid (OAINS) seperti ibuprofen
Induksi medis pada proses kelahiran tertentu
Mengelola perdarahan pasca melahirkan dalam konteks kegawatdaruratan
Misoprostol pertama kali dikembangkan oleh ahli farmasi untuk mengatasi masalah lambung. Seiring berjalannya riset klinis, ditemukan bahwa misoprostol memiliki efek pada otot polos lain dalam tubuh — termasuk rahim — yang memicu respons kontraksi. Penemuan ini membuka penggunaan medis misoprostol di bidang obstetri dan ginekologi (dengan pengawasan ketat dokter).
Cytotec adalah nama merek obat yang diproduksi oleh perusahaan farmasi besar yaitu Pfizer. Obat ini mengandung misoprostol sebagai bahan aktifnya.

Cytotec awalnya dikembangkan dan disetujui untuk mengurangi risiko tukak lambung pada pasien yang menggunakan obat OAINS.
Gastrul adalah nama merek lain yang juga mengandung misoprostol sebagai bahan aktif. Gastrul diproduksi oleh perusahaan farmasi berbeda dan sering digunakan dalam kondisi medis yang juga melibatkan efek misoprostol pada sistem pencernaan.

Secara umum, Gastrul dan Cytotec memiliki bahan aktif yang sama (misoprostol), namun bisa berbeda dalam:
Bahan tambahan (eksipien)
Dosis per tablet
Bentuk sediaan
Indikasi medis tersetujui di suatu negara
Misoprostol meniru fungsi prostaglandin alami dalam tubuh yang melindungi lapisan lambung. Ia meningkatkan sekresi lendir dan bikarbonat yang melapisi dinding lambung dan mengurangi produksi asam lambung yang berlebihan. Ini membuatnya berguna dalam mencegah tukak lambung akibat OAINS.
Misoprostol juga memicu kontraksi otot polos, termasuk otot rahim*.* Kontraksi ini memiliki implikasi klinis dalam konteks obstetri dan ginekologi.
Penting untuk ditekankan bahwa penggunaan kontraksigenik (kontraksi rahim) harus hanya dilakukan dalam konteks medis yang diawasi dokter, seperti induksi persalinan atau pengelolaan komplikasi obstetri tertentu.
Karena keduanya mengandung misoprostol, maka mereka memiliki persamaan mendasar:
| Aspek | Cytotec Pfizer | Gastrul |
|---|---|---|
| Bahan aktif | Misoprostol | Misoprostol |
| Golongan | Prostaglandin sintetik | Prostaglandin sintetik |
| Mekanisme kerja | Sama | Sama |
| Efek farmakologis utama | Sama | Sama |
📌 Artinya: pada tingkat molekuler, efek dasar kedua obat ini berasal dari zat aktif yang sama — misoprostol.
Meskipun bahan aktifnya sama, ada beberapa perbedaan penting:
Cytotec diproduksi oleh Pfizer, perusahaan farmasi multinasional yang besar.
Gastrul diproduksi oleh pabrikan lain yang mungkin berbeda negara asalnya, standar produksi, dan aturan penandaan produknya.
Arahan regulator di tiap negara juga berbeda, sehingga indikasi resmi suatu obat bisa berubah tergantung kebijakan setempat.
Cytotec dan Gastrul mungkin tersedia dalam dosis misoprostol yang berbeda (mis. 100 mcg, 200 mcg). Hal ini sangat penting jika dokter meresepkan salah satunya — dosis harus tepat sesuai kebutuhan medis.
Eksipien adalah bahan tambahan yang tidak aktif namun memengaruhi stabilitas, rasa, ukuran tablet, dan absorpsi obat. Dua produk dengan bahan aktif sama bisa memiliki eksipien berbeda, yang kadang membuat perbedaan dalam pengalaman penggunaan (misalnya ukuran tablet, rasa, atau kecepatan larut).
Harga dan ketersediaan di apotek bisa berbeda tergantung distribusi, merek, dan kebijakan pemasaran.
Pencegahan dan pengobatan tukak lambung yang terkait OAINS
Sebagai bagian dari terapi pada gangguan pencernaan tertentu
Ini adalah konteks yang disetujui secara hukum di banyak negara untuk penggunaan misoprostol (termasuk Cytotec dan Gastrul).
Misoprostol kadang digunakan dalam konteks medis tertentu di bidang obstetri bila disetujui oleh otoritas medis dan langsung dipantau oleh tenaga kesehatan, contohnya:
Induksi persalinan tertentu di fasilitas kesehatan
Manajemen perdarahan pasca bersalin dalam kegawatdaruratan
Penggunaan di bawah pedoman medis yang ketat
⚠️ Penting: Indikasi di atas tidak sama dengan penggunaan untuk mengakhiri kehamilan di luar protokol medis yang diatur oleh hukum setempat. Artikel ini tidak mendukung praktik yang ilegal atau berbahaya.
Karena keduanya mengandung misoprostol yang identik, efektivitas dasar dari keduanya secara farmakologis sama. Namun ada beberapa hal yang memengaruhi efektivitas keseluruhan dalam konteks medis:
Obat yang diproduksi dengan kontrol mutu yang baik, penyimpanan yang tepat, dan tanggal kedaluwarsa yang masih jauh cenderung lebih efektif.
Obat apa pun tidak efektif jika tidak digunakan sesuai indikasi, dosis, dan pengawasan medis yang benar.
Efektivitas tiap obat dalam tujuan medis tertentu sangat bergantung pada:
Kondisi pasien
Tujuan medis spesifik
Perawatan tambahan yang diberikan
📌 Secara umum: tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan salah satu lebih “lebih efektif” daripada yang lain bila digunakan untuk indikasi medis yang sama dan pada populasi yang sesuai.
Karena misoprostol bereaksi pada beberapa jaringan tubuh, efek samping berikut dapat terjadi:
Mual, muntah
Diare
Kram perut
Sakit kepala
Efek-efek ini biasanya bersifat sementara dan hilang setelah obat berhenti bekerja.
Efek pada rahim jika terjadi kontraksi yang tidak diawasi dapat menyebabkan:
Nyeri hebat
Perdarahan
Komplikasi kesehatan serius lain
Ini terutama berbahaya bila menggunakan obat ini tanpa indikasi medis yang tepat dan tanpa pengawasan dokter.
Karena bahan aktifnya sama, pola efek samping dari Cytotec Pfizer dan Gastrul juga mirip. Perbedaan yang mungkin muncul umumnya terkait:
Dosis
Eksipien tambahan
Reaksi individual tubuh
Jika seseorang mengalami reaksi alergi atau efek yang tidak biasa, segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.
Di Indonesia, penggunaan obat-obatan harus sesuai dengan peraturan BPOM dan hanya menurut resep dokter bila obat termasuk kategori yang harus diawasi. Misoprostol masuk kategori yang harus diawasi ketat karena efek farmakologisnya.
⚠️ Penting: Penggunaan misoprostol untuk tujuan yang tidak diizinkan (mis. mengakhiri kehamilan tanpa resep atau pengawasan) dapat:
Melanggar hukum setempat
Menimbulkan komplikasi kesehatan serius
Membahayakan nyawa
Tenaga kesehatan profesional bertanggung jawab memastikan bahwa penggunaan obat sesuai indikasi medis yang aman dan sah. Ini termasuk pertimbangan etika, keselamatan pasien, dan kepatuhan terhadap pedoman nasional/internasional.
Jika Anda memiliki pertanyaan tentang penggunaan misoprostol untuk kondisi medis apa pun, yang benar adalah:
Jangan mengonsumsi obat tanpa resep.
Bawa informasi lengkap ke dokter: nama obat, dosis, tujuan penggunaan, kondisi kesehatan Anda.
Ikuti saran dokter atau tenaga kesehatan yang berlisensi.
Jika ada efek samping yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis.
| Aspek | Cytotec Pfizer | Gastrul | Catatan |
|---|---|---|---|
| Bahan aktif | Misoprostol | Misoprostol | Identik |
| Mekanisme kerja | Sama | Sama | Efek dasar sama |
| Efektivitas | Sama (tergantung konteks medis) | Sama (tergantung konteks medis) | Tidak ada bukti salah satu lebih unggul jika digunakan secara tepat |
| Risiko efek samping | Sama | Sama | Bervariasi tergantung individu dan dosis |
| Indikasi medis resmi | Sesuai resep dokter | Sesuai resep dokter | Sama |
| Perbedaan utama | Produsen, eksipien, mungkin harga | Produsen, eksipien, mungkin harga | Tidak pada zat aktif |
A: Keduanya mengandung misoprostol, sehingga farmakologisnya sama. Perbedaannya terutama pada produsen, eksipien, dan kebijakan lokal.
A: Tidak ada bukti ilmiah yang memvalidasi salah satu “lebih efektif” jika digunakan untuk indikasi yang sama dan sesuai aturan medis.
A: Secara umum, di banyak negara termasuk Indonesia, obat berbasis misoprostol termasuk kategori yang harus menggunakan resep dokter dan pengawasan medis.
A: Risiko bisa termasuk nyeri hebat, perdarahan berat, komplikasi serius yang mengancam nyawa, dan masalah hukum.
A: Hanya dokter yang bisa menilai kondisi Anda dan menentukan obat atau terapi yang tepat.
Misoprostol adalah molekul yang penting dalam dunia farmasi, digunakan pada beberapa kondisi medis tertentu di bawah pengawasan profesional kesehatan. Baik Cytotec Pfizer maupun Gastrul adalah sediaan misoprostol yang memiliki efek farmakologis dasar yang sama, namun dapat berbeda dalam beberapa karakteristik farmasi seperti eksipien, produksi, dan distribusi.
Efektivitas kedua obat ini tidak bisa dibandingkan secara absolut tanpa konteks medis yang jelas. Yang terpenting adalah bahwa penggunaan obat apa pun harus berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan yang kompeten dan mematuhi hukum setempat.